Selasa dikepakan panasan terik
matahari, rerimbunan anak manusia dengan gaya, karakter dan mode yang berbeda
terus bertebaran. Mereka dijuluki mahasiswa. Pantonim para dosen bak serdadu
yang mengundang ketegangan. Gaya jalannya, gaya bicaranya, dan gaya dandananya
mereka tidak boleh sama dengan kebanyakan orang. Mungkin itulah gengsi.
Kampus itu memberikan ruang untuk
semua phenomena kelasikal hidup itu. Saya pun bagian dari civitas akademika
kampus tersebut. Lembayun siang yang menyengat tidak mengurungkan niat rencana
tertuju ke praya untuk menyerap informasi terkait persoalan pajak yang rancu
dalam sebuah sengketa tanah milik keluarga teman dekat.
Singkatnya, dikampus saya izin
dengan hormat pada pimpinan. Lalu motor ku tancap dengan pasti, lajunya sedikit
terasa pincang ku rasakan. Tapi cuek aja.
Teriakan, sengatan matahari
memantul di aspal yang ku lalui. Tapi dalam hati berucap tidak mengapa…ini
adrenalin seorang lelaki mesti begitu, siap menantang dan tentunya harus menang.
Guleman panasnya suasana selasa 20
Mei 2013 semakin tak terasa. Semangat membumbung tinggi, ambisi di keinginan
temukan titik terang dipersoalan terasa diupuk mata dan diubun-ubun. Menarik
siang itu terasa renyah disaat orang yang kita sayangi menyapa, menyemangati
dan menasehati. Ia bak seteguk air yang melebihi tetesan kesejukan air es.
Sms-nya “I miss U”. dan saya sedikit bingung meretas arti dari itu, yak arena
sedikit bisa bahasa inggris atau mungkin karena saya jarang dengar kata-kata
itu. Cuman ku jawab aja sementara kebalikan “U misi I”. dia nyambung dan
berujung pada bunyi sms ngingetin untuk siang itu.
Lekukan agenda siang itu terlewati,
titik terang di dinas perpajakan menoreh secerca harapan. Dan kemungkinan
menang itu ada. Lalu ketenangan pikiran berbalik dalam bentuk harus sabar
menanti semuanya. Dalam dekapan suasana siang yang sama langkah pasti balik ke
kampus untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat ditunda. Namuan, bukan disitu
leatak kebahagian jiwa ini. Selipan SMS darinya 30 menit yang lalu masih
menghiasi senyum ini dan mendongkolkan pikiran pada rasa penasaran untuk
meretas arti I miss U itu. Google terjemahan sedikit memberi arahan, bergegas
saya buka lalu menggunakan fasilitas tersebut. Ternyata sederhana arti I miss U
itu “ saya merindukan mu”. Dan senyum ini pun semakin mengembang lalu hati ini
angkat bicara mengamini jawaban SMS-nya “U misi I” dengan pemaknaan kamu adalah
misi saya.. leby……hee.
Et, cukup sampai disitu ya…Tar air
liur lu pada ngempat………….
Hehe…
By.Julaedi
Akbar

+ komentar + 2 komentar
luar bisa, bahasa-bahasa yang termuat dalam tulisan kawan, demikian melankolis, serasa membawaku pada alam yang berbeda, tubuhku rasanya seakan dibawa terbang, berapoloji dan terdeskripsi. matap berangkasku, jangan lupa untuk tetap ayo menulis
ayo menulis di berangkas-q.blogspot.com
Post a Comment