Ambil setandar umum karena udara
terasa sedikit panas menyengat anggap aja itu sudah pukul 12 tepat, kami
serombongan sampai ditempat tujuan. Saya tidak percaya keanggunan alam itu
menguak decak kekaguman ku. Lembaran lautan yang biru dengan panorama
gundukan-gundukan batu yang mengapit semakin menjebak ku dalam rasa penasaran
dan takjub. Sungguh kuasa tuhan yang tidak ternilai harganya.
Kami serombongan menitip motor
ditempat penitipan yang sudah disuguhkan penduduk setempat. Langkah ini pun tak
terbendung untuk bergegas menuju ke tempat yang disebut-sebut oleh temen-teman.
Pantai payung.
Sedikit terjal dengan ancaman
puing-puing karang yang tajam. Ku pastikan perempuan ku dalam penjagaan,
tangannya ku pegang erat, tubuhnya sedikit kumanjakan dengan pengawasan
berjaga-jaga. Agar kemungkinan dia tidak terpeleset terjadi. Ya, canda, tawa
sih ada agar kejenuhan tidak menghampiri.
Kami pun sampai di hamparan pantai
payung, eksotis…gumpalan-gumpalan biru dipermukaan laut yang menggulung
terhempas dibalik bebatuan dan memucratkan buih-buih putih. Sungguh ombak yang
berirama, menyuguhkan alunan melodi seragam dibalik hempasan bebatuan itu.
Perempuan ku tersenyum manja, lakon
nalurinya mencuat, pose mengabadikan panorama alam itu memaksanya untuk ia
terlibat dalam skeet gambarnya. Meski hanya Hp, dan kamera kami terus
mengabadikan hari itu.
Kembali kepantai payung. Kami sih
beku tidak ada tempat atau sumber menyari tahu tentang pantai tersebut. Yang
pasti, pantai itu memiliki batu yang terpisah dari lempengan gundukan batu
lainya dan menyerupai sebuah payung dengan ukuran kurang lebih 9 atau 10
meteran-lah soal masih pakai kira-kira dan diameternya bisa saja sampai 4
meteran.
Pantai payung, merupakan bantaran
pantai yang menyatu diareal kawanan pantai kuta di lombok tengah. Dan untuk
menempuh jaraknya cukup memakai motor dan mobil kalau memilih darat. Atau pakai
perahu jika pingin membelar pantainya lewat laut dari kuta.Eksotis, pantai yang menawarkan ketenangan dan kenyamanan. Hari itu kebetulan libur sekolah. Sedotannya terhadap pengunjung atau wisatawan semakin berbondong-bondong ya kalau dibanding-bandingi terasa kayak musim haji..ramai-ramai pingin ke mekah. Et, sampai disitu ya,,saya tidak mau membandingkan lebih jauh..tujuan haji kan beribadah,,sementara tujuan ke pantai payung kan hanya menikmati liburan.
Oky, saya kembali ke sekawanan
temen-teman, ada ali dengan istrinya, sir dengan nia (wartawan yang serasi).
Engoh dengan teman kampungnya. Karena saya yang bercerita jadi saya sebut juga
saya dengan ais. Jadi adil kan tidak ada yang protes.
Kami menghabiskan waktu libur
dengan bermanja-manja disentuhan romanza panorama alam pantai payung. Gemuruh
ombak yang menghempas di tebing-tebing bebatuan batu karang menambah
kesumringahan kami siang kamis itu. Tak terasa, sore mulai menggeliat dengan
dekapan suasana mendung memberatkan langkah kami untuk meninggalkannya. Namun,
mau tidak mau..kami harus melepas suasana itu…
Eksotisnya pantai payung, terus
terkenang dalam faile memory my life (istilah
bule-bule)..hee.
Oky..sampai disitu…kalau tidak
percaya buktikan aja sendiri…
By. Julaedi Akbar
Post a Comment